King

Henderson White, pendiri HN White Company, memulai bisnisnya sebagai pemilik toko reparasi kecil di Cleveland, Ohio. Dengan bantuan Mr. Thomas King, pemain trombon lokal, White mengembangkan trombon pertamanya di tahun 1894. Di pasar instrumen, hal ini dipandang sebagai “pembukaan” ke dunia musik karena adanya perbedaan dalam desain bell, bore, dan mouthpipe secara radikal. Pemain menyukai trombon “King” karena slide-nya yang lebih halus dan lebih terang dari yang lainnya.


Instrumen ini memperoleh keuntungan besar dengan para professional termasuk Al Pinard, soloist trombon dengan Band Arthur Pryor. Pada tahun 1909, HN White Company mengembangkan “Department of Acoustical Research” dengan tujuan mengembangkan instrumen berkualitas tinggi. Seiring perkembangan produksi, King menjadi terkenal karena instrumen brass dan woodwind. Dari tahun 1917 – 1918, HN White Company merupakan provider tunggal saxophone untuk militer US selama Perang Dunia I. Di tahun 1920, King bahkan menjadi produsen US pertama terompet French.

Ketika Henderson meninggal dunia di tahun 1940, seluruh kendali diserahkan ke Edna White, seorang pegawai eksekutif wanita pertama dalam industri musik yang didominasi laki – laki. Perusahaan berkembang pesat dibawah kepemimpinannya. Sebagai perusahaan yang memiliki banyak produksi produk brass selama Perang Dunia II, Edna mampu mendapatkan dua kontrak besar pemerintahan dalam membuat unit radar dan hampir melebur yang membuat pabrik terus berjalan.

Setelah perang, instrumen King populer di tahun 40 dan 50-an dengan nama Tommy Dorsey, Harry James, Ziggy Elman, Julian “Cannonball” Adderley, dan Charlie “The Bird” Parker. Di tahun 1951, trombon 3B King diperkenalkan dan hari ini masih menjadi jazz trombone terlaris di dunia.

Di tahun 1964, produksi King Instrument berpindah ke Eastlake, Ohio bagian luar Cleveland yang masih dibuat sampai hari ini.

Related Products